Bayangkan sebuah distributor di Surabaya ingin membeli gudang, armada, dan kontrak pelanggan milik pesaingnya, tetapi tidak ingin mengambil alih PT penjual beserta sengketa pajak dan ketenagakerjaan lama. Situasi seperti ini sering mengarah pada asset deal atau akuisisi aset. Pembeli memilih aset dan kewajiban yang benar-benar diperlukan, bukan membeli saham perusahaan penjual.
Asset deal dapat membatasi liabilitas historis, tetapi bukan otomatis lebih murah atau lebih cepat. Setiap aset memerlukan dokumen pengalihan, sebagian memerlukan persetujuan pihak ketiga, dan pajak dapat muncul pada lebih dari satu titik. Karena itu, keputusan antara asset deal dan share deal perlu dibuat berdasarkan daftar aset, biaya pajak, izin, karyawan, dan jadwal closing yang nyata.
Untuk pembeli yang membutuhkan pendampingan lokal, pengacara akuisisi aset di Surabaya dapat membantu menyusun struktur dan dokumen transaksi sejak LOI.
Istilah asset deal Indonesia sering dipakai untuk membedakan pembelian aset dari pembelian saham. Dalam praktik, pembeli dapat mencari asset acquisition lawyer Surabaya untuk memeriksa perjanjian jual beli aset, pengalihan aset perusahaan, dan pajak akuisisi aset tanah dan bangunan perusahaan. Pertanyaan operasional yang perlu dijawab sejak awal antara lain: apakah karyawan ikut pindah dalam asset deal, apakah persetujuan RUPS jual aset lebih dari 50 persen diperlukan, dan apakah izin usaha bisa dialihkan dalam akuisisi aset. Jawaban tersebut menentukan daftar dokumen, pihak yang harus menyetujui transaksi, dan tanggal closing.
Gunakan daftar aset sebagai sumber kebenaran transaksi: tandai aset yang dibeli, aset yang dikecualikan, dokumen kepemilikan, pihak yang perlu memberi persetujuan, serta biaya yang dibayar sebelum dan sesudah closing. Cara ini membantu CFO, notaris, dan penasihat hukum membandingkan total biaya secara transparan.
Asset Deal vs Share Deal: Apa Bedanya?
Share deal: membeli saham, PT beserta seluruh kewajibannya ikut
Dalam share deal, pembeli memperoleh saham dan kendali atas PT target. Aset, kontrak, karyawan, izin, utang, dan potensi sengketa tetap berada pada PT yang sama. Perubahan pemegang saham biasanya tidak memerlukan pemindahan setiap aset, tetapi klausul change of control dalam kontrak, izin sektor tertentu, dan liabilitas tersembunyi tetap harus diperiksa.
Asset deal: membeli aset tertentu, PT penjual tetap ada
Dalam asset deal, pembeli menentukan aset yang dibeli dan kewajiban yang dikecualikan. Pengalihan dilakukan melalui Asset Purchase Agreement (APA) dan dokumen pelaksanaan terpisah. Struktur ini berguna untuk carve-out, pembelian lini usaha, atau ketika pembeli ingin menghindari liabilitas tertentu. Namun, utang yang melekat pada aset, kewajiban pajak transaksi, serta kewajiban kepada karyawan tidak boleh diasumsikan hilang tanpa analisis.
Tabel keputusan
| Aspek | Asset deal | Share deal |
|---|---|---|
| Liabilitas historis | Dapat memilih kewajiban yang diambil | Ikut berada pada PT target |
| Pajak dan biaya | Dapat muncul pada tiap pengalihan aset | Umumnya berfokus pada transaksi saham |
| Persetujuan | Counterparty, RUPS, PPAT/BPN, dan instansi dapat diperlukan | Periksa change of control dan persetujuan korporasi |
| Izin | NIB/izin usaha umumnya perlu dibuat atau diperbarui | Biasanya tetap pada PT yang sama, tetapi perlu cek syarat izin |
| Karyawan | Tidak otomatis berpindah | Hubungan kerja tetap pada PT target |
| Durasi | Lebih banyak dokumen pelaksanaan | Dapat lebih ringkas jika DD dan persetujuan siap |
Kapan asset deal lebih tepat?
Pertimbangkan asset deal bila pembeli hanya membutuhkan aset tertentu, ingin melakukan carve-out, atau menemukan risiko yang tidak ingin dibawa ke kendaraan usaha baru. Misalnya, pembelian akuisisi pabrik manufaktur dapat disusun sebagai pembelian aset bila pembeli hanya mengambil mesin dan fasilitas tertentu. Struktur ini berbeda dari checklist akuisisi properti komersial, karena yang dibeli adalah bisnis melalui beberapa kelas aset, bukan hanya satu properti.
Cara Mengalihkan Setiap Jenis Aset
Tanah dan bangunan: AJB di hadapan PPAT dan balik nama BPN
Tanah dan bangunan memerlukan pemeriksaan sertifikat, pemegang hak, peruntukan, pajak, dan beban. Untuk pembeli berbentuk PT, kelayakan HGB harus diperiksa berdasarkan UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Pengalihan biasanya dituangkan dalam AJB di hadapan PPAT dan dilanjutkan pendaftaran perubahan di BPN sesuai PP No. 18 Tahun 2021. Status jaminan harus bersih sebelum pembeli membayar penuh.
Mesin, kendaraan, dan inventaris
Gunakan daftar aset yang memuat nomor seri, kondisi, lokasi, kepemilikan, dan harga alokasi. Akta jual beli atau dokumen penyerahan harus disertai berita acara serah terima. Kendaraan memerlukan pemeriksaan BPKB, STNK, pajak, dan proses balik nama. Jangan memasukkan mesin sewaan sebagai aset milik penjual sebelum kontrak sewanya diselesaikan.
Piutang
Pengalihan piutang dapat menggunakan cessie. Debitur perlu diberi pemberitahuan agar pembayaran diarahkan kepada pemilik baru dan tidak menimbulkan sengketa mengenai pihak yang berhak menagih. Jadwal piutang macet, jaminan, dan hak keberatan debitur harus masuk dalam schedule APA.
Kontrak pelanggan dan pemasok
Periksa klausul assignment, novasi, terminasi, dan change of control. Sebagian kontrak dapat dialihkan melalui persetujuan counterparty; sebagian lain memerlukan novasi yang mengganti pihak. Kontrak dengan pelanggan strategis sebaiknya menjadi condition precedent, bukan hanya kewajiban setelah closing.
Merek dan HKI
Pengalihan merek atau HKI perlu dituangkan dengan jelas dan dicatatkan pada DJKI bila diperlukan. Sertakan daftar nomor pendaftaran, kelas, masa berlaku, lisensi, domain, dan materi digital. Nilai merek tidak cukup dibuktikan dari pemakaian; status pendaftaran dan kewenangan penandatangan harus diperiksa.
Izin usaha
Izin usaha tidak selalu ikut berpindah bersama aset. Pembeli perlu memeriksa NIB dan perizinan berbasis risiko pada OSS-RBA, lalu menyiapkan NIB atau izin baru atas nama kendaraan pembeli. Jadwal produksi atau operasi jangan dimulai sebelum izin yang diwajibkan tersedia.
Bingung memilih asset deal atau share deal? Diskusikan struktur transaksi Anda 15 menit gratis via WhatsApp.
Persetujuan Korporasi dan Pembersihan Jaminan
RUPS penjual: Pasal 102 UUPT
Jika pengalihan atau penjaminan aset melebihi 50% kekayaan bersih perseroan, Direksi perlu memperhatikan persetujuan RUPS berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, khususnya Pasal 102. Periksa anggaran dasar, kewenangan Direksi, kuorum, berita acara, dan batasan transaksi material. Persetujuan yang tidak lengkap dapat mengganggu closing dan menimbulkan risiko terhadap keabsahan tindakan korporasi.
Aset yang dijaminkan
Gudang dapat dibebani Hak Tanggungan, sementara kendaraan atau mesin dapat terkait fidusia. Siapkan pelunasan, surat roya, penghapusan fidusia, dan bukti pendaftaran perubahan sebelum serah terima final. Untuk bantuan khusus, lihat layanan roya Hak Tanggungan.
KPPU dan notifikasi
Transaksi yang mengubah penguasaan aset atau lini usaha dapat memerlukan analisis persaingan, terutama bila memenuhi ambang dan karakteristik pengambilalihan yang berlaku. Konsultasikan kewajiban notifikasi KPPU berdasarkan struktur, nilai, dan dampak transaksi; jangan menganggap label asset deal otomatis mengecualikan pemeriksaan.
Pajak dalam Akuisisi Aset
PPh final tanah dan bangunan
Penjual perlu memperhitungkan PPh final atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berdasarkan PP No. 34 Tahun 2016. Tarif umum 2,5% harus dibaca bersama pengecualian dan ketentuan transaksi yang relevan.
BPHTB pembeli
Pembeli dapat terkena BPHTB. UU No. 1 Tahun 2022 menetapkan batas maksimum 5%, sedangkan tarif dan dasar pengenaan aktual perlu dicek pada Perda Surabaya serta nilai perolehan objek pajak.
PPN atas aktiva
Penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak dapat memunculkan PPN berdasarkan Pasal 16D UU PPN sebagaimana diubah melalui UU No. 7 Tahun 2021 tentang HPP. Status PKP, jenis aktiva, dan pajak masukan harus dikonfirmasi, bukan ditebak dari nilai APA.
Contoh hitungan ilustratif
Misalnya gudang dialokasikan Rp10 miliar, armada Rp2 miliar, dan kontrak/piutang Rp3 miliar. Dengan asumsi tarif PPh final 2,5% atas nilai pengalihan tanah/bangunan, PPh indikatifnya Rp250 juta. BPHTB pembeli tidak dapat dipastikan tanpa NPOPTKP dan Perda Surabaya; bila sekadar memakai asumsi 5% sebagai batas, angka maksimumnya bukan otomatis tagihan aktual. PPN atas aktiva juga bergantung pada status dan faktanya. Pada share deal, pajak pengalihan setiap aset tersebut tidak muncul dengan cara yang sama, tetapi risiko liabilitas PT ikut terbawa. Karena itu, bandingkan total pajak, biaya notaris/PPAT, biaya izin, dan risiko sebelum menentukan struktur.
Karyawan dalam Asset Deal
Hubungan kerja tidak otomatis berpindah
Hubungan kerja tidak otomatis berpindah hanya karena aset dibeli. Para pihak dapat memilih pengakhiran hubungan kerja lama diikuti rekrutmen ulang oleh pembeli, atau pengalihan karyawan dengan persetujuan tertulis tiap karyawan dan pengaturan yang jelas. Ketentuan ketenagakerjaan perlu dibaca bersama UU No. 6 Tahun 2023, bukan hanya diserahkan kepada HR setelah closing.
Pesangon, masa kerja, dan siapa yang menanggung
Alokasi pesangon, pengakuan masa kerja, hak cuti, upah tertunda, dan kewajiban lain harus ditulis dalam APA beserta pihak yang menanggungnya. Tanpa alokasi tertulis, pembeli berisiko mewarisi sengketa ketenagakerjaan yang justru ingin dihindari melalui asset deal.
Asset Purchase Agreement (APA) vs SPA
Daftar aset (schedule) dan excluded liabilities
APA harus memiliki schedule aset yang dibeli, aset yang dikecualikan, dan excluded liabilities yang tetap di penjual. Bedakan dengan share purchase agreement (SPA), yang berfokus pada saham, representations, warranties, dan kewajiban PT target — mekanisme garansi umum SPA tidak diulang di sini.
Alokasi harga per aset
Harga transaksi dialokasikan per aset atau per kelas aset karena alokasi ini menjadi dasar pajak dan dasar penyusutan pembeli. Alokasi yang tidak konsisten antara APA, AJB, dan faktur membuka sengketa dengan otoritas pajak.
Conditions precedent: RUPS, roya, persetujuan counterparty, izin baru
Conditions precedent biasanya mencakup persetujuan RUPS penjual, penyelesaian roya dan penghapusan fidusia, persetujuan counterparty atas kontrak yang dialihkan, pembayaran pajak transaksi, penandatanganan AJB, dan penerbitan izin baru atas nama pembeli.
Checklist Closing Asset Deal: 10 Langkah
- Sepakati LOI dan ruang lingkup aset.
- Lakukan legal due diligence terfokus aset tanpa mengulang seluruh checklist DD.
- Tentukan struktur dan alokasi harga per aset.
- Susun serta negosiasikan APA.
- Dapatkan persetujuan RUPS dan Direksi.
- Selesaikan roya Hak Tanggungan dan penghapusan fidusia.
- Tandatangani AJB atau akta pengalihan yang diperlukan.
- Bayar dan dokumentasikan pajak transaksi.
- Lakukan balik nama dan pencatatan pada BPN, DJKI, atau instansi terkait.
- Terbitkan NIB/izin baru, atur karyawan, lalu cocokkan serah terima dengan daftar aset.
Setelah closing, dokumentasikan kewajiban yang masih berjalan dan monitor risiko hukum setelah akuisisi. Pembeli yang membutuhkan pendampingan transaksi sejak LOI hingga closing dapat berkonsultasi dengan asset acquisition lawyer Surabaya dari tim M&A Integra.
Tim M&A Integra menstrukturkan dan menutup akuisisi aset dari APA hingga balik nama dan izin baru. Pelajari layanan pengacara merger dan akuisisi Surabaya.
Integra menstrukturkan akuisisi gudang, armada, dan kontrak distribusi sebuah distributor di Surabaya sebagai asset deal, sehingga sengketa pajak dan ketenagakerjaan lama tetap di PT penjual.
Integra Law Office berbasis di Jl. Juwono No.7-8, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya. Artikel ini merupakan informasi umum, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mana yang lebih murah, asset deal atau share deal?
Tidak ada jawaban otomatis karena biaya bergantung pada aset, pajak, izin, dan risiko. Asset deal dapat menambah biaya pengalihan, sedangkan share deal dapat membawa liabilitas historis yang harus diperiksa sebelum harga disepakati.
Apakah utang penjual ikut berpindah?
Utang penjual tidak otomatis berpindah hanya karena aset dibeli. Namun, kewajiban yang melekat pada aset, jaminan, kontrak, atau yang secara tegas disepakati dalam Asset Purchase Agreement harus diidentifikasi, dialokasikan, dan ditutup.
Apakah karyawan ikut pindah?
Karyawan tidak otomatis berpindah kepada pembeli. Para pihak harus mengatur pengakhiran, pembayaran hak, rekrutmen baru, atau pengalihan hubungan kerja dengan persetujuan yang diperlukan, termasuk perhitungan masa kerja dan pesangon secara tertulis.
Apakah izin usaha bisa dialihkan?
Izin usaha tidak selalu dapat dialihkan. NIB, izin berbasis risiko, persetujuan sektoral, dan izin yang terkait pemegang hak harus diperiksa; sebagian transaksi memerlukan perubahan data atau penerbitan baru melalui OSS-RBA.
Berapa lama asset deal?
Durasi bergantung pada jumlah aset, status sertifikat, jaminan, persetujuan counterparty, pajak, izin, pemeriksaan dokumen, dan kompleksitas closing. Transaksi sederhana dapat lebih cepat, sedangkan aset berizin atau terbebani memerlukan waktu tambahan.
